Home NEWS Harga Ayam Mahal, Menteri Perdagangan RI Sebut itu ‘Wajar’

Harga Ayam Mahal, Menteri Perdagangan RI Sebut itu ‘Wajar’

byhttps://kaltengtv.com/author/gilang/redaktur 02
PANTAU PASAR-Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan memborong ayam potong di salah satu lapak pedagang di sela pemantaun harga pangan di Pasar Besar, Sabtu pagi (3/6). (gendes kalteng pos/kaltengtv.com)

PALANGKA RAYA –Menteri Perdagangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan melakukan kunjungan kerja  ke Kota Palangka Raya. Ia menyempatkan diri memantau harga pasar di Pasar Besar, Sabtu (3/6).

Didampingi Sekda Kalteng H Nuryakin dan Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin serta jajaran Tim Satgas Ketahanan Pangan dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalteng, Mendag RI Zulkifli Hasan mendatangi beberapa lapak pedagang. Dari lapak penjual cabai, bawang, hingga ayam.

Salah satu fokus pemantauan adalah harga ayam. Ia mengaku harga yang saat ini berkisar Rp47ribu – Rp50ribu per kilogram memang wajar atau masih standar, dikarenakan beberapa waktu belakangan peternak ayam sedang kesulitan pakan ayam.

Jika dijual dengan harga rendah, ia takut peternak dan pedagang akan mengalami kerugian. “Saya kira tidak apa-apa naik, karena sudah hampir tiga bulan harganya di bawah,” ucapnya seraya memastikan pemerintah berupaya untuk mengatasi kenaikan harga ini.

Dalam kesempatan itu, Mendag RI juga memborong ayam potong, minyak goreng hingga telur ayam. Barang yang dibeli di lokasi itu langsung dibagikan kepada masyarakat yang tengah berbelanja di Pasar Besar.(ayu*/ila)

Spread the love

You may also like

Tentang Kami

Kaltengtv.com adalah media online yang menyajikan berita harian dari Kalimantan Tengah. Dengan slogan “Pas Infonya Pas Hiburannya”, situs ini juga menampilkan program-program seperti Apresiasi, Untuk Perempuan, dan Talkshow.

Postingan Unggulan

                     @2017 | PT. Kalteng Media Digital

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
-
00:00
00:00
Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00